Interbola: Judi Online Terpercaya, Bandar Judi Bola, Agen Casino Online

Sepak Bola Italia Selalu Juara setelah Dihantam Masalah

Kisah sepak bola Italia seperti berulang. Mereka hampir selalu menjadi juara ketika sepak bola mereka sempat di zaman kegelapan. Mulai dari gelar juara Piala Dunia 1982 sampai Piala Dunia 2006, terbaru adalah Piala Eropa 2020.

Gli Azzurri menjadi juara saat mereka diragukan dan dihimpit banyak masalah. Seperti pada Piala Dunia dan 1982 dan Piala Dunia 2006. Dimana, sepak bola mereka dihantam dengan isu calciopoli atau pengaturan skor.
Baca Juga : Harusnya Inggris Tahu, Statistik Adu Penalti Donnarumma Memang Bikin Ngeri

Di Piala Dunia 1982 saat mendapatkan gelar Piala Dunia ketiga, sepak bola Italia diguncang skandal setelah beberapa pemain dan klub lokal terlibat judi totonero. Sejumlah pemain sepak bola dari klub Serie A dan Serie B menjual pertandingan sepak bola untuk mendapatkan uang.

Klub-klub Serie A termasuk tim elite seperti Perugia, Juventus, Lazio, AC Milan dan Napoli juga ikut terlibat judi totonero. Insiden ini sempat membuat sepak bola Italia terpuruk dan mendapat stigma negatif.

Pun saat menjadi juara Piala Dunia 2006, Italia menjadi juara setelah Serie A dilanda skandal suap, korupsi, dan pengaturan skor yang melibatkan puluhan klub, pemain, wasit, hakim, hingga politisi yang dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis. Juventus harus menerima imbasnya dengan terdegradasi Serie B.

Tahun ini, Piala Eropa 2020, memang tidak ada insiden pengaturan skor atau judi, tapi Gli Azzurri terpukul setelah memasuki masa gelap setelah tak lolos ke Piala Dunia 2018.

Catatan ini merupakan menjadi yang pertama Italia gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia sejak 1958. Saat itu “Gli Azzurri” tersisih setelah kalah dari Irlandia Utara pada pertandingan terakhir kualifikasi, Januari 1958.

Kegagalan itu berhasil ditebus dengan trofi Piala Eropa. Italia meski tidak terlalu diunggulkan di awal, bahkan menjelang final lagi lagi menjawab keraguan dengan kemenangan. Tertinggal 0-1 pada menit ke-2, pasukan Roberto Mancini berhasil bangkit dan memenangkan penalti.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *